Satu hari di Cilacap

Akhir Mei kemarin saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kota Cilacap. Seperti biasa kunjungan kali ini juga dalam rangka ikut mantan pacar yang bertugas. Jadi ketika dia bertugas saya bisa eksplore kota tersebut.

Kali ini saya kembali mengandalkan jasa ojek online untuk mengunjungi tempat tempat wisata di kota ini. Tidak banyak tempat yang bisa saya kunjungi karena kami hanya punya waktu satu hari dan kemudian lanjut ke Magelang.

Saya selalu tertarik dengan wisata sejarah, maka Benteng Pendem menjadi tujuan pertama saya.

Benteng Pendem

Benteng Pendem terletak di kawasan pantai Teluk Penyu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah merupakan benteng bersejarah peninggalan bangsa Belanda yang dibangun pada tahun 1816. Benteng Pendem atau dalam bahasa Belanda yang berarti Kustbatterij op de Landtong te Cilacap yang berarti Benteng yang terpendam. Bangunan yang merupakan markas pertahanan Hindia Belanda ini di bangun secara bertahap selama 18 tahun dari tahun 1816 dan selesai pada tahun 1879 yang menempati area seluas 6,5 hektar.

Benteng yang pernah terbengkalai karena tertutup tanah pesisir pantai, kemudian pada tahun 1986 oleh pemerintah Kabupaten Cilacap dilakukan penggalian dan pemugaran di sekitar lokasi benteng.

Benteng Pendem ini mempunyai struktur bangunan yang terdiri dari beberapa bagian ruangan. Bagian ruangan yang ada di Benteng Pendem mempunyai fungsinya masing-masing. Namun semenjak ditemukannya benteng ini, ruangan-ruangan sepenuhnya belum bisa diketahui. Saat ini hanya beberapa ruangan yang secara umum dalam Benteng dapat teridentifikasi, seperti ruang barak tentara, ruang tahanan, benteng pertahanan, ruang rapat, ruang pengintai, klinik pengobatan, ruang senjata, ruang perwira, ruang dapur, ruang amunisi dan peluru.
Sayangnya ruang ruangan ini kurang perawatan nya. Sehingga berkesan kotor.

SAVE_20190629_225501

Selain ruangan ruangan tersebut konon ada juga lorong bawah laut yang menghubungkan bangunan benteng dengan pulau Nusakambangan.

Kedepannya wisata Benteng Pendem ini akan dilengkapi dengan taman penangkaran rusa. Saat ini taman tersebut sedang dalam tahap penyelesaian.

2. Mesjid Batu Taman Hati.

Selain wisata sejarah, saya juga menyukai wisata religi terutama mengunjungi masjid-masjid di kota yang saya singgahi.

Kali ini saya memutuskan untuk mengunjungi masjid batu karena penasaran dengan namanya.

Bapak onjek online yang mengantar saya kebingungan ketika saya menyebut nama Mesjid Batu. Beliau yang besar di Cilacap baru kali ini mendengar nama Masjid Batu Taman Hati.

Akhirnya berbekal info dari google kami pun menuju Dimana lokasi Wisata Masjid Batu Taman Hati di  Jalan Nusantara Kelurahan Tritih Kulon.

Letak masjid ini agak masuk kedalam jadi tak heran kalau bapak ojek tidak tahu keberadaan masjid ini.

Masjid ini mempunyai bentuk yang unik. Bentuknya seperti gua. Kubahnya pun tidak seperti kubah kebanyakan masjid. Kubahnya hanya berbentuk seperti batu yang ditumpuk.

SAVE_20190629_225222

Saya tidak tahu siapa pemilik masjid ini dan asal usul dibangunnya masjid ini. Ketika saya kesana tidak ada penjaga masjid atau pengurus lainnya. Jadi saya hanya bisa mengambil gambar masjid tersebut.

3. Kuliner Sate Martawi

Setelah mengunjungi masjid Batu saya meminta bapak ojek online meluncur ke warung sate khas kota Cilacap ini, Sate Martawi.

Sate Martawi ini adalah sate ayam yang mempunyai keunikan tersendiri. Potongan daging ayamnya lebih besar dari sate ayam lainnya. Karena potongan nya besar maka daging ayam tersebut ditusuk dengan dua tusuk sate.

Walaupun besar tapi daging ayamnya empuk dan gurih. Bumbu kacangnya cenderung manis, tetapi enak.

Di kota Cilacap ada banyak warung sate Martawi, tapi cikal bakalnya ada di Jl. Brigjend Katamso ini.

Seperti yang saya nyatakan diawal tulisan tidak banyak yang bisa saya kunjungi di kota Cilacap ini. Tapi cukup menambah pengalaman wisata saya. Setelah Cilacap kami menuju Magelang. Kemana saja saya selama di Magelang, akan saya tulis di artikel berikutnya.

Iklan

Kenyamanan Staycation di Hotel Haris Sentul City

Beberapa waktu lalu saya dan  keluarga mencoba staycation di hotel  Haris Sentul City.

Jarak yang tidak terlalu jauh dari Jakarta dan relatif tidak macet menjadi bahan pertimbangan kami memilih Sentul sebagai tempat staycation kali ini.

Sekarang sudah banyak hotel hotel di kawasan Sentul. Setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk staycation di Hotel Haris Sentul City.

Selain harganya yang masih terjangkau, hotel ini juga tidak jauh dari exit tol.

Hotelnya sendiri tidak terlalu besar tapi cukup lengkap fasilitasnya.

Sejak pertama kami check in warna orange segar sudah mulai terlihat mendominasi interior hotel ini.
Karyawan hotel berseragam polo T shirt orange berkesan energik.

Kami disambut ramah oleh front desk dengan segelas juice buah segar sebagai welcome drink nya.

Di lobby area dipajang satu unit mobil VW kodok yang tentu saja berwarna orange. Mobil ini menjadi pusat perhatian para tamu terutama anak anak. Si bungsu pun segera ber swa photo di depan mobil imut itu.

 

Selain akomodasi, kuliner pun jadi bahan pertimbangan kami. Di Sentul ini banyak sekali  pilihan kulinernya.

Di haru pertama kami memutuskan untuk makan siang diwarung makan sate kiloan – Sentul.  Warung makan ini berlokasi tak jauh dari exit pintu tol Sentul.

Sate kambing nya yang empuk dengan bumbu yang pas. Selain itu sop kambingnya juga gurih dan tidak beraroma prengus. Warung makan Sate Kiloan – Sentul ini merupakan salah satu tempat favorit kami.

Malam harinya anak anak memilih stay saja di hotel ditemani pizza dan Thai Tea. Sedangkan saya dan mantan pacar sepakat untuk makan malam dengan menu seafood.

Rumah makan King Seafood pun menjadi pilihan kami. Rumah makan yg berlokasi di pasar bersih sentul ini tidak terlalu besar tapi cukup nyaman.

Ikan bakar bumbu Makasar, kepiting Soka asap, udang saus padang dan cah kangkung menjadi menu kami malam itu.

Kepiting Soka Asapnya juara deh. Kepiting yang telah diberi bumbu dibungkus dengan daun pisang kemudian dibakar. Aroma bumbunya langsung menyeruak ketika kita membuka bungkus daun nya. Daging kepiting nya empuk dan gurih.

Begitu juga dengan ikan bakarnya, bumbunya pas, tidak terlalu pedas dan meresap sempurna.

Udang saus Padang dan Cah Kangkung juga juara.

 

Sebenarnya porsi yang kami pesan agak berlebih untuk makan berdua tetapi karena rasanya yang lezat, kami sanggup juga menghabiskannya.
Harga makanan di rumah makan ini memang lumayan lah. Kami harus membayar Rp.500.000 untuk menu yang kami pesan. Sepadan lah dengan rasanya.

Kembali ke hotel kami menyempatkan diri untuk bersantai sejenak di pinggir kolam renang. Kami selalu mencari kesempatan untuk sejenak meluangkan waktu berdua. Sesekali kami  mengenang hal hal lucu yang pernah kami lakukan berdua ehmmm.

Keesokan harinya kami sarapan di hotel. Menu yang disajikan cukup variatif.

Anak saya yang sulung senang karena ada sajian sushi pagi itu.
Sedangkan si bungsu tidak bisa move on dari cereal kesukaan nya.

Sehabis sarapan kami  bersepeda dengan sepeda yang disediakan hotel. Kami hanya berputar mengelilingi lapangan outbound hotel.

Puas bersepeda, si kecil langsung berenang di kolam renang yang tidak begitu besar tapi asri.

Saya dan suami hanya duduk duduk dipinggir kolam sambil menikmati kopi dan roti.

Tak lama beberapa karyawan hotel berbaris di pinggir kolam dan mengajak kami dan pengunjung lain untuk senam Maumere. Saya dan beberapa pengunjung tertarik untuk ikut senam. Suasana menjadi lebih akrab karena nya.

 

Di hotel Haris Sentul City ini ada juga tempat bermain anak yang nyaman.
Disana ada sarana mandi bola, berbagai macam permainan seperti congklak, bongkar pasang dan lain lain. Selain itu anak anak bisa menonton film disana. Ruangannya sejuk dan ada satu karyawan hotel yang menemani anak anak disana.

Jika ingin staycation yang tidak terlalu jauh dari Jakarta Hotel Haris Sentul City bisa menjadi pilihan. Hotelnya nyaman, pegawainya ramah, banyak pilihan kuliner dan tempat wisata.

Me Time di NEST Family Reflexologi – Bintaro

Banyak cara untuk para ibu agar dapat keluar sejenak dari rutinitas sehari hari.  Ada yang berkumpul dengan teman teman, berbelanja di Mall, Nonton Film atau pergi ke Spa untuk perawatan tubuh.

Ya setelah berkutat dengan segala urusan rumah tangga wajarlah jika saya perlu juga  Me Time dengan melakukan perawatan diri di Spa.

Minggu lalu tepatnya tgl 26 April 2019 saya mendapat kesempatan untuk hadir di grand opening  NEST Family Reflexology  di kawasan Bintaro. Apalagi opening ini juga disertai launching brand baru yaitu AHRA Reflexology BY NEST.

NEST itu ternyata singkatan dari  Nyaman Ekslusif, Sehat dan Terpercaya. Terbukti loh Nest cabang Bintaro ini tempatnya super nyaman dengan konsep natural modernnya. Ya NEST Family Reflexology memang selalu mengutamakan kenyamanan.

Nest cabang Bintaro ini mengusung gaya natural modern yang sarat akan filosofi. Lokasi nya sendiri berada di kawasan Sektor 9.

Gedung Nest sendiri terdiri dari 4 lantai yang terdiri dari 39 ruangan single treatment, 11 ruangan VIP, 7 ruangan reflexology seluruh tubuh dan 16 sofa reflexology.

Selain nyaman, therapist nya juga sudah bersertifikasi semua. Therapist Nest sangat ramah dan siap membantu kita jika kita membutuhkan informasi informasi tentang treatment treatment yang ada.

Salah satu treatment andalan di NEST adalah Reflexology seluruh tubuh. Treatment ini memakai product perawatan herbal yang dikemas dalam kemasan “smart packaging” yang sudah terdaftar di BPOM RI.

Biasanya kita menganggap Refleksi hanya dilakukan di telapak kaki tapi di NEST ada treatment Refleksi untuk seluruh badan. Treatment ini berbeda dengan pijat. Refleksi seluruh badan adalah treatment dengan cara menelan titik titik tertentu di tubuh kita untuk mengembalikan kondisi kebugaran tubuh.

Selain itu di NEST Bintaro ada 2 jenis treatment massage.
1. Balinesse Massage dimana pemijatan dilakukan secara lembut di seluruh tubuh.
2. Javanesse Massage pada jenis treatment ini pemijatan dilakukan lebih dengan tekanan.

Ada juga Dry Massage dimana pemijatan dilakukan tanpa perlu melepaskan baju dan tanpa minyak.

NEST juga menyediakan paket Royal Spa yaitu treatment lengkap dimulai dari pijat, lulur, scrubbing, totok wajah dan berendam di air rempah. Product yang dipakai pada treatment ini adalah product body shop. Duh kebayangkan bagaimana nikmatnya treatment ini.

Untuk pembayaran, Nest Family  Reflexologi juga memberikan beberapa kemudahan. Pelanggan bisa memakai OVO, kartu debit dan kartu kredit. Ada promo dan cash back juga loh.

Sebelum treatment pelanggan juga diberikan complimentary berupa secangkir wedang jahe dan bubur kacang hijau..nikmat.

IMG_20190426_102152

Oh ya pelanggan sebaiknya melakukan pendaftaran dulu sebelum datang karena pelanggan NEST cukup banyak jadi untuk memastikan kita mendapat waktu treatment.

Nest Family Reflexologi cabang Bintaro benar benar tempat yang tepat buat memanjakan diri kita dan keluarga.

Silahkan buktikan sendiri.

Hari Penyakit Langka Dunia 2019 – Diagnosis dan Penanganan Penyakit Langka.

IMG-20190313-WA0029

Bridging Health and Social Care, adalah tema yang diangkat untuk memperingati Hari Kelainan / Penyakit Langka 2019.
Melalui tema ini diharapkan tingkat pengetahuan dan kepedulian masyarakat dan pihak pihak terkait lainnya dapat lebih meningkat.

Pada tanggal 14 Maret 2019 yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk hadir dalam rangkaian peringatan Hari Kelainan Langka 2019 ini. Dalam acara yang diselenggarakan oleh yayasan Indonesia Rare Disorder dan Prodia ini banyak sekali hal hal baru yang saya dapatkan.

Pada acara ini hadir 4 pembicara yaitu dokter konselor genetik dr. Widya Eka Nugraha Msi.Med, psikolog keluarga Rahma Paramita M.Psi, salah seorang orang tua dari penyandang penyakit Langka ibu Tri Amamita dan Direktur Utama Prodia ibu Dewi Muliaty.

Penyakit Langka adalah suatu penyakit dengan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah populasi pada umumnya. Di Indonesia sendiri jumlah kejadian penyakit langka ini kurang dari 1: 2.000 orang. Sebagian besar penyebabnya adalah kelainan genetik.

Menurut dr. Widya sebagai ahli genetik kita harus fokus pada 4 hal dalam menangani masalah penyakit langka ini.

1. Diagnosis
Selama ini kita kesulitan dalam menegakkan diagnosis. Padahal diagnosis awal mutlak diperlukan dalam penanganan penyakit langka.

2. Penanganan
Berdasarkan diagnosis tadi, kita harus menentukan langkah langkah untuk menangani penyakit langka ini.

3. Pemerintah
Peran serta pemerintah otomatis sangat diperlukan dalam berbagai upaya penanganan penyakit langka ini. Misalnya mengurangi pajak obat obatan untuk penyakit langka, memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan memberikan informasi informasi kepada masyarakat mengenai penyakit langka ini.

4.Support Group
Group group pendukung sangat penting untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan untuk mendukung penanganan penyakit langka ini.
Dari penjelasan dokter muda ini jelaslah bahwa semua pihak sangat diharapkan bantuannya dalam menangani penyakit langka ini.

Selain penanganan dalam bidang medis tentu juga diperlukan penanganan pada aspek psikologis. Pendampingan untuk pengidap penyakit langka, orang tua atau keluarga yang merawat dan masyarakat sangat diperlukan. Menghadapi anak spesial ini bukanlah hal yang mudah dan dalam acara ini psikolog keluarga ibu Rahma Paramita M.Psi memberikan tips untuk menjaga kesehatan mental yaitu
1. Pelajari kondisi anak dan keluarga.
2. Mencari dukungan.
3. Menjadi advokat, yang dimaksud disini adalah mengajarkan anak untuk bisa mengerti dan menerima kondisi mereka.
4. Memberdayakan anak atau keluarga
5. Menjaga diri sendiri
6.Menjaga keseimbangan dalam keluarga.

IMG_20190314_093706

Seperti yang telah saya informasikan diatas bahwa Diagnosis menjadi suatu hal penting bagi penanganan penyakit langka ini.

Ada info yang menggembirakan yang disamlaikan oleh ibu Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia bahwa saat ini Prodia dapat melayani pemeriksaan genetik Chromosomal Microarray Analysis (CMA).

CMA ini merupakan metoda yang digunakan untuk melihat perubahan struktur dan jumlah kromosom yang ada di dalam tubuh.

Sebagai bentuk kepedulian nya Prodia telah melakukan pemeriksaan CMA ini bagi komunitas Indonesia Rare Disorder (IRD).

Pembicara berikutnya adalah ibu Tri Amamita, ibu dari seorang anak pengidap penyakit langka. Ibu Tri adalah satu dari sekian banyak orang tua yang secara gigih dan ikhlas berusaha memberikan yang terbaik bagi buah mereka.

Saya yang hari itu berkesempatan hadir turut merasakan aura positif yang ditebarkan oleh para orangtua dan anak special ini. Mereka mengajarkan saya arti perjuangan.

Saya berharap semua pihak yang terkait semakin sadar dan fokus untuk sama sama menangani penyakit langka ini. Agar senyum tetap menghiasi wajah wajah anak anak special ini.

Cerita traveling masa kecil

Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman traveling saya ketika saya kecil.

Almarhum ayah saya termasuk penggemar traveling. Kebetulan ayah saya juga sering ditugaskan ke berbagai daerah di Indonesia. Jadi klop lah dengan hobinya.

Banyak daerah daerah yang sudah kami kunjungi. Dulu menjelang liburan sekolah ayah pasti mengeluarkan peta dan bertanya kepada kami daerah mana yang ingin kami kunjungi. Semua tujuan, kami rembukan bersama.

Dari sekian banyak pengalaman traveling ada beberapa kejadian lucu yang saya alami.

Pengalaman pertama ketika kami berlibur ke Jogjakarta sekitar tahun…ehm nanti ketahuan deh umur saya. Lebih baik saya sebut ketika itu saya kelas 4 SD.

Waktu itu didepan hotel tempat kami menginap, kalau tidak salah namanya hotel Trio, ada penjualan kue kue tradisional. Penjualnya seorang mbok mbok. Hari kedua saya minta ijin untuk membeli kue kue si mbok. Ayah memberi saya beberapa uang receh. Saya pun bergegas membeli kue kue tersebut. Ternyata si mbok tidak bisa bahasa Indonesia dan saya jelas tidak bisa bahasa Jawa. Akhirnya terjadi kesalahan pahaman diantara kami.

Ketika saya menunjuk kue kelepon, si mbok bilang seket. Saya menangkapnya seiket.
“Kok kelepon dijualnya seiket sih? Seperti buah rambutan.” Pikir saya dalam hati. Kemudian saya menunjuk kue lainnya, kembali si mbok bilang seket. Saya makin bingung “Kue ini kok seiket juga?”
Ketika saya dan si mbok sedang kebingungan, ayah saya datang. Barulah saya tahu kalau seket itu adalah harga kuenya alias 50 rupiah bukan seiket.

Harga itu termasuk murah buat ukuran saya, akhirnya saya membeli beberapa kue dan si mbok dengan baik hati menambahkan sepotong wajik buat saya. Alhamdulillah dapat tambahan wajik gara gara seket.

Pengalaman kedua ketika kami berlibur ke Kintamani – Bali. Salah satu agenda kami adalah berkunjung ke Trunyan. Untuk bisa ke Trunyan kami harus menyewa perahu untuk menyeberangi danau Batur.
Sebelumnya ayah saya sudah lebih dulu minta tolong pada salah seorang pegawai hotel untuk menemani perjalanan kami.

Saat itu ternyata, maaf, banyak penduduk yang mengerumuni kami sambil meminta minta atau menawarkan dagangan dengan cara memaksa. Ibu saya sampai ketakutan dan sempat ingin membatalkan acara ke Trunyan. Untung ada pak Wayan, pegawai hotel yang mendampingi kami. Dengan galak pak Wayan berkata ” Ayok jangan ganggu, ini saudaranya pak Bupati” sambil terus berbicara dengan bahasa setempat.
Ternyata cara pak Wayan cukup ampuh, kami pun terbebas dari gangguan gangguan itu.

Ketika kami sedang di perahu, adik saya bertanya dengan polosnya ” Pa, memang kita saudaranya pak Bupati ya? Kok papa tidak pernah cerita?”
“Papa juga baru tahu dik, coba tanya ke om Wayan tuh?” jawab ayah saya sambil tertawa. Pak Wayan bukannya menjawab malah hanya senyum senyum saja, membuat adik saya jadi tambah bingung..he.he.he.

Pengalaman ketiga yaitu ketika kami berkunjung ke Medan.
Saat itu sedang musim durian. Disana durian dijual bukan perbuah, tapi setumpuk setumpuk.
Ketika ayah saya bertanya berapa harga setumpuk durian, pedagangnya menyebut angka seratus ribu.
Spontan ayah saya berkata “seratus ribu !” Karena tidak percaya harga setumpuk durian hanya seratus ribu. Ternyata pedagang durian salah mengartikan ekspresi ayah saya. Dipikirnya ayah saya terkejut karena harga yang diberikan kemahalan. ” Ya sudah 75ribu saja pak.”
“Oh ya sudah saya beli setumpuk ini ya pak tapi harga nya harga awal saja” Ayah saya tidak tega membayar setumpuk durian dengan harga hanya 75 ribu.
Kali ini gantian pedagangnya yang terkejut.

Sebenarnya banyak lagi pengalaman yang saya dapat ketika traveling bersama alm. Ayah.  Ada juga yang sedikit seram loh..tapi dilain tulisan ya..

Senyum indah berkat perawatan di klinik Global Estetik

logo-globalestetik-web-1

Kebanyakan dari kita pergi ke dokter gigi atau dentist setelah kita mempunyai masalah dengan gigi. Kita juga agak enggan untuk memeriksakan gigi karena merasa tidak nyaman, lokasi yang jauh , sistem pendaftaran serta  biaya yang kadang tidak transparan.

Hal itu semua tidak berlaku loh di Global Estetik Klinik. Klinik perawatan gigi modern yang sudah menerapkan system Pemasaran Digital.

Kok saya tahu tentang pelayanan di Global Estetik? Iya karena saya dan teman teman blogger pada tanggal Januari yang lalu diundang dalam acara Blogger’s Part dengan tajuk :

Smile. It’s a beautiful day

 

1. Klinik perawatan gigi Global Estetik

Presentasi pertama dibawakan oleh drg. Arnof  ST yang menjelaskan fasilitas fasilitas yang dimiliki oleh klinik yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini.

SAVE_20190206_201421

Dokter gigi yang juga founder dari Global Estetik ini menjelaskan bahwa Global Estetik adalah Divisi Pemasaran Digital Bagi Praktek Dokter Gigi dan Klinik Gigi yang tergabung dalam Jaringan Pemasaran bersama, serta memberikan Informasi Kesehatan kepada Masyarakat yang berkaitan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Apa sih Divisi Pemasaran Digital ?

Divisi Pemasaran Digital ialah Klinik Global Estetik sudah menerapkan System On-Line untuk pendaftaran dan juga costumer dapat mengakses informasi yang diperlukan seputar perawatan gigi  di website mereka. Selain itu melalui website ini kita juga  bisa tahu harga harga paket perawatan gigi, promo promo yang sedang diadakan, jadwal dokter dan info cabang cabang klinik Global Estetik ini, cukup praktis kan?

Klinik Global Estetik juga telah mempunyai beberapa cabang yaitu di Depok, Pasar Rebo, Permata Hijau, Cipete dan akan merambah di luar Jakarta seperti Bandung, Bekasi dan Pekan Baru  .

Keunggulan dibawah ini membuat Klinik Global Estetik berbeda dengan klinik klinik lain

1. Pendaftaran on line
2. Ruang tunggu yang nyaman
3. Mempunyai banyak cabang
4. Biaya yang transparan
5. Jenis dan metoda perawatan bisa
dikonsultasikan terlebih dahulu
6. System pembayaran yang variatif
7. Dilengkapi Wi-Fi
8. Telah bekerjasama sama dengan
beberapa asuransi kesehatan.
9.  Biaya bisa dicicil dengan melalui
beberapa perusahaan jasa
pembiayaan.

Biar tidak dibilang hoax, berikut ini saya sisipkan beberapa photo klinik Global Estetik.

 

Cukup nyaman kan?

Mau ingin tahu tentang klinik keren ini cus deh dikepoin http://www.globalestetik.com

2. Mitos dan Fakta perawatan gigi

Presentasi ke dua dibawakan oleh seorang dokter gigi yang cantik dan ramah, drg. Siti Ashari atau lebih akrab dipanggil dokter Sari.

Pada pertemuan kali ini drg  Sari membahas mengenai kesehatan dan perawatan gigi.

SAVE_20190206_202446

Banyak mitos seputar masalah gigi seperti apakah gula atau makanan yang manis bisa merusak gigi?  Jawabnya bisa benar jika sehabis makan makanan yang manis gigi tidak kita bersihkan secara benar.

Ada juga mitos yang mengatakan kalau ada ancaman kebutaan jika mencabut gigi bagian atas, padahal menurut drg. Sari, tidak ada hubungannya mencabut gigi dengan kebutaan karena tidak ada syaraf yang tersambung antara gigi dan syaraf mata.

Banyak orang salah kaprah mengenai kapan waktu yang baik untuk menyikat gigi. Ternyata menyikat gigi itu sebaiknya dilakukan setelah sarapan dan sebelum tidur. Kok sebelum tidur ? Karena jika kita tidur dengan gigi yang belum bersih maka bakteri yang ada disisa makanan akan aktif menyerang gigi, sedangkan pada waktu tidur produksi air liur atau ludah berkurang. Air liur atau ludah mengandung enzim enzim yang dapat menangkal serangan bakteri. Maka sikat gigi sebelum tidur mutlak diperlukan.

Selain itu dianjurkan untuk rutin memeriksa kesehatan gigi minimal 6 bulan sekali.

Gigi yang sehat dan terawat dapat membuat senyum menjadi indah. Jika senyum sudah indah bisa dipastikan hari hari kita menjadi indah pula.

Selain menjelaskan tentang perawatan gigi , Drg. Sari juga menjelaskan tentang kriteria gigi sehat yaitu

1) No Smell (tidak bau)
2) Clean (bersih)
3) Neat (rapi)
4) Non missing teeth (tidak ada gigi yang
tanggal)
5) Colourless (tidak berwarna)
6)  No Decay (tidak berlubang).

Jika kriteria tersebut sudah terpenuhi, kita pasti tidak ragu ragu lagi untuk menampilkan senyum manis kita.

Ada sessi tanya jawab dan kuiskuis  di acara ini. Sejumlah voucher perawatan gigi pun dibagikan, wah benar benar Beautiful Day deh.

Akhirnya saya ingin mengingatkan untuk senyum yang manis jangan lupa klinik Global Estetik ya.

Blusukan kuliner di daerah Cileungsi dan Jonggol

 

 

 

Berawal dari rasa penasaran saya dengan stasiun Nambo, saya malah dapat tawaran blusukan kedaerah Cileungsi dan Jonggol.

Stasiun Nambo adalah stasiun terakhir di ujung barat Barat. Stasiun ini mulai beroperasi pada 1 April 2015, setelah mati suri selama 9 tahun.

Hari itu saya ketinggalan kereta ke dua yang menuju Nambo dan saya pun  harus menunggu selama hampir dua jam untuk kereta selanjutnya. Ya memang jadwal kereta ke stasiun Nambo hanya ada  beberapa kali saja setiap harinya.

Iseng menunggu saya bolak balik saja naik komuter yang lewat dari stasiun depok ke Bojong, minum kopi sebentar lalu naik lagi komuter yang ke Citayem bergabung dengan penumpang yang juga menunggu kereta ke stasiun Nambo. Akhirnya pukul 12.45 kereta yang ditunggu pun datang. Nambo here I come..

Pemandangan sepanjang perjalanan pun cukup menghibur, masih terlihat rimbunan pepohonan di kanan kiri jalan.

Dari stasiun Nambo kami langsung menuju warung makan Warping – H. Yusuf di daerah Cileungsi, kok jadi kami ya karena memang adacteman saya yangyang menje di stasiun Nambo ini.

Menu yang kami incar adalah sayur Gabus Pucung dan ayam kampung bakar. Di warung makan ini tersedia juga berbagai macam pepes dan sayur asem. Ikan Gabus yang disayur dengan keluwak (pucung) adalah makanan khas Betawi. Daging ikan Gabus yang gurih dan lembut ditambah rasa unik Pucung (keluwuk) harus diakui kelezatannya. Harga nya reasonable lah..sekitar 50rb untuk seporsi Gabus Pucung, pepes tahu, lalapan komplit dan es jeruk.

 

 

 

 

 

Setelah berkeliling daerah Cileungsi kami pun menuju tempat kuliner ke 2 warung makan H. Juhana, masih kuliner Sunda juga tapi kali ini yang jadi incaran adalah ayam bakar kampung special. Menu ini memakai ayam kampung muda sebagai bahan utama. Uniknya ayam ini tidak direbus lebih dahulu, cukup direndam dengan bumbu bumbu kemudian didiamkan hingga meresap baru dibakar dengan arang. Rasanya gurih dan enak sekali. Sambal dadak dan pete bakar ikut melengkapi menu andalan ini.

Cukup ramai pengunjung warung ini dan konon para biker juga sering berkumpul disini. Bale bale bambu, pemandangan sawah dan semilir angin yang sejuk membuat kita betah berlama lama di warung ini. Harga makanan di warung makan sedikit lebih murah dari war ping tadi.

 

 

 

 

Durian Jonggol menjadi sasaran ke 3 kami. Saat itu memang sedang musim durian. Tak jauh dari warung ayam bakar tadi berderet tukang durian. Isi durian yang kuning sangat menggugah selera. Rasanya pun sangat manis. Hanya daging duriannya tidak setebal durian monthong. Menurut penjualnya Januari hingga April adalah saat musim durian. Harganya sekitar 50ribu untuk durian ukuran sedang. Makan durian di bale bale yang sudah dipinggir jalan antara Jonggol dan Purwakarta ternyata mengasyikan. Pembeli yang datang juga rata rata berasal dari Jakarta.

 

 

 

 

Sebenarnya buah buahan pada waktu itu sedang berlimpah, ada manggis, rambutan dan cempedak.  Sayang perut saya sudah tidak sanggup lagi menampung semuanya. Ehm berarti ada alasan lagi nih untuk main ke daerah Jonggol.

Hari itu saya cukup puas berkeliling daerah Jonggol dan mencoba kuliner nya. Lumayanlah untuk refreshing sejenak dan tempatnya pun tidak jauh dari Jakarta.

Hanya jika ingin naik komuter harus diperhatikan jadwal nya agar tidak menunggu terlalu lama.