Senja di Evereld Menteng Pulo

Pertama kali saya melihat komplek pemakaman ini 3 tahun lalu dari lantai 20 sebuah apartment di kawasan Kasablanka. Waktu itu saya sedang nobar pertandingan sepak bola dengan kawan-kawan saya, karena sedikit kecewa dan tidak tega karena klub kesayangan harus ketinggalan skor, iseng-iseng saya pergi menuju balkon. Dari balkon itulah untuk pertama kali saya melihat komplek pemakaman yang menurut saya begitu tertata rapi dengan sinaran lampu yang makin membuat pemandangan dari atas balkon di malam itu menjadi lebih menarik.

Pada saat itu, saya tidak mencari tahu lebih banyak lagi tentang komplek pemakaman tersebut karena kembali tenggelam dengan rutinitas saya. Sampai akhirnya pada suatu hari saya naik ojek menuju kawasan Kuningan, karena macet tukang ojek langganan saya tersebut mengambil jalan pintas atau lebih terkenal dengan istilah jalan tikus (hebat ya, tikus saja punya jalan). Pada saat itu saya kembali melihat komplek pemakaman tersebut, ingatan saya kembali pada pemandangan dari atas balkon 3 tahun lalu, akhirnya saya pun mencari tahu tentang komplak pemakaman tersebut. Alhamdulillah saya menemukan informasinya dari ‘mbah’ Google.

Sore hari nya setelah urusan saya selesai, saya kembali di jemput dengan ojek langganan saya dan saya pun langsung meminta tukang ojek itu membawa saya ke komplek pemakaman tersebut yang terdapat di daerah Menteng Pulo.

Saya sampai disana pukul 16.30 wib. Tidak perlu izin khusus untuk berkunjung ke pemakaman tersebut, saya hanya melapor pada petugas keamanan kemudian ditanya apa keperluan saya. “untuk bahan tulisan” entah kenapa jawaban itu spontan keluar dari mulut saya. Akhirnya setelah mengisi buku tamu saya bersama tukang ojek langganan saya diperbolehkan masuk. Tukang ojek langganan saya minta menemani saya karena komplek pemakaman itu begitu sepi dan lengang, tidak enak saja rasanya kalau saya masuk kesana seorang diri..he.he.he.

Oh ya pemakaman ini bernama Ereveld Menteng Pulo, Taman Makam Kehormatan untuk prajurit Belanda yang gugur selama Agresi Belanda dikawasan Asia Tenggara. Pemakaman ini di rancang oleh perwira cadangan Letkol. Ir. H.A. of Oerle, komanda Divisi C 7 December. Lahan pemakaman ini adalah tanah wakaf yang diberikan oleh pemerintah Jakarta, khususnya penduduk Menteng Pulo. Di area seluas 2.900 m2 ini dimakamkan 4.300 tentara Belanda.

Kesan pertama ketika saya memasuki area pemakaman Ereveld ini adalah Peacefull (Damai), kesan kedua adalah (Indah)..Tidak sia sia saya mengajak tukang ojek langganan saya ikut masuk, karena akhirnya dia saya  jadikan photographer dadakan .

IMG-20170705-WA0024
Opdat zij met eere moge rusten – mereka beristirahat dengan kehormatan

Di komplek pemakaman Ereveld ini juga ada gereja  dengan perpaduan arsitektur yang konon mengadopsi gaya arsitektur gereja, masjid, kuil dan sinagoga, yang biasa disebut Simultaankerk.

Didalam Gereja juga terdapat altar dari batu yang dahulu merupakan tempat peti Jenazah sebelum dimakamkam. Didalam Gereja ini juga terdapat salib kayu yang terbuat dari bantalan rel kereta yang didatangkan dari Burma. Kayu bantalan rel kereta ini adalah saksi bisu korban kerja paksa pembangunan jalur kereta oleh tentara Jepang,

Salib kayu

Disamping gereja terdapat taman dan kolam yang tertata asri dan Colombarium (rumah abu ) berbentuk koridor dengan celung yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan  754  tabung logam yang berisi abu jenazah para prajurit lengkap dengan keterangannya. Columbarium ini dibuat pada tahun 1950.

Di Ereveld ini juga terdapat area pemakaman untuk prajurit yang beragama Islam, didalamnya terdapat monumen sumbangan dari negara Pakistan yang memang banyak prajurit yang keturunan Pakistan dan India.

Di Jakarta sendiri ada 2 komplek pemakaman Ereveld                                                                 1. Ereveld   Ancol                                                                                                                                   2, Ereveld Menteng Pulo

selain itu ada juga Ereveld lain yaitu Ereveld Kembang Kuning di Surabaya, Ereveld Semarang, Ereveld Pandu di Bandung,Cimahi dan Leuwigajah, semua di bawah pengurusan yayasan Oorlogs Graven Stichting (OGS), yayasan pemakaman korban perang.

Sebenarnya masih banyak yang bisa diulas dari hasil kunjungan mendadak saya sore itu ke Evereld Menteng Pulo, tapi saya memberikan kesempatan itu kepada teman teman lain yang belum pernah mengunjungi komplek pemakaman yang indah ini untuk mengeksplorenya sendiri…ehm alasan saja ya .

Semoga hasil kunjungan saya ke Evereld Menteng Pulo bisa menambah informasi tentang sejarah negeri kita  dan saya akan mengunjungi Evereld Evereld yang lainnya, tentu dengan rencana yang lebih matang….

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Senja di Evereld Menteng Pulo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s