Taman Sari saksi sejarah keasrian budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Kunjungan kali ini merupakan kunjungan saya untuk yang kedua kali ketempat wisata ini. Kunjungan pertama saya hanya punya waktu sedikit sekali sehingga hanya sekedar berphoto ria lalu pergi.

Kali ini saya benar benar memanfaatkan waktu untuk mengetahui sejarah tempat wisata ini.

Dengan menyewa Bentor/becak motor saya pun memulai perjalanan saya. Ketika saya sampai di Taman Sari sudah banyak wisatawan yang datang. Saya pun bergegas masuk dengan membeli tiket masuk seharga Rp.15.000.  Saya sengaja memakai jasa guide lokal agar saya bisa memuaskan rasa penasaran saya tentang sejarah tempat bersejarah ini.

Taman Sari ini berdiri hampir bersamaan dengan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (sejarah kerajaan Mataram).

Pesanggrahan Taman Sari dibangun setelah Perjanjian Giyanti (1755), yakni setelah Sultan Hamengku Buwono sekian lama terlibat dalam persengketaan dan peperangan. Bangunan ini dijadikan sebagai tempat rekreasi dan taman bagi keluarga kerajaan. Selain itu bangunan ini juga digunakan untuk sarana ibadah. Oleh karenanya Pesanggrahan Taman Sari juga dilengkapi dengan masjid, tepatnya di bangunan Sumur Gumuling.
Bentuk bangunan yang dikelilingi tembok tinggi dan beberapa menara ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk keluarga kerajaan.

IMG_20180922_102935

Kompleks Taman Sari yang menempati lokasi seluas lebih dari 12 hektare berarsitektur dan relief perpaduan antara gaya arsitektur Hindu, Budha, Islam, Eropa, dan Cina itu selesai dibangun pada tahun 1765 Masehi. Untuk memberi makna pada setiap bangunan, Sri Sultan Hamengku Buwono I waktu itu memberi nama masing-masing bangunan yakni Keraton Pulo Kenanga, Masjid Taman Sari dan Pulo Penambung yang terapung di atas air, kolam pemandian dan gedung tempat tidur Sri Sultan dan Permaisuri.

Dalam catatan sejarah, pada tahun 1812 beberapa bangunan hancur akibat serangan Inggris dan tahun 1867 terjadi gempa bumi yang juga menghancurkan beberapa bangunan di kompleks Taman Sari.
Bangunan itu, memiliki nama masing-masing sesuai dengan fungsi atau kegunaan, seperti Gapura Agung adalah pintu masuk menuju kompleks Taman Sari yang dilengkapi dengan empat gedung kembar yang berfungsi sebagai pos penjagaan dan disebut pecaosan serta ada tempat ganti pakaian abdi dalem yang sehabis menjalankan tugas penjagaan yang disebut paseban.
Kolam pemandian terletak di sebelah selatan masjid membujur dari utara ke selatan terdiri dari kolam pemandian yang disebut Umbul Kawitan, Umbul Pamuncar, Umbul Panguras.
Umbul Panguras adalah kolam pemandian khusus bagi Sri Sultan, sedangkan Umbul Pamuncar adalah kolam pemandian yang disediakan bagi permaisuri, dan Umbul Kawitan untuk putra-putrinya Raja.

 

Bangunan lain Gedung Cemeti, Taman Ledoksari merupakan tempat peraduan dan tempat yang sangat pribadi untuk raja. Dalam sebuah rumor, menyebutkan, Taman Sari memiliki terowongan yang ujungnya tembus ke pantai selatan yang disebut Parangkusuma dan berfungsi sebagai sarana persiapan penyelamatan jika terjadi peperangan.

IMG_20180922_104019

Jika diperhatikan pintu menuju ruang tidur raja dan ruang ruang lain dibuat rendah sehingga kita harus menunduk untuk melewatinya. Philosophy nya adalah kita harus selalu merunduk merendahkan hati.

Satu bangunan yang menyiratkan perpaduan arsitektur Portugis dan Jawa adalah Sumur Gumuling, Bentuknya menyerupai gedung teater melingkar dan tepat di tengah bangunan, terdapat telaga buatan (Segaran) terdapat puing bangunan besar dan luas.
Di salah satu sisinya terdapat tangga setapak yang gelap menuju lorong bawah tanah Taman Sari yaitu Sumur Gumuling. Di ujung lorong terus menuju atrium (bilik) bundar yang terbuka bagian atasnya. Di tengah dasar atrium ada kolam kecil seperti sumur. Ruang kecil di sisi barat dari kedua galeri ini dipakai sebagai masjid. Jika dilihat dari keunikan struktur bangunan ada kemungkinan tempat itu didesain sebagai tempat meditasi dan pengasingan diri.

Dahulu putra raja diwajibkan belajar memanah dan membuat keris untuk melatih kesabaran. Sedangkan untuk putri raja diwajibkan untuk belajar membatik dengan maksud yang sama yaitu melatih kesabaran dan itu dilakukan di area ini.

Sambil mendengarkan penjelasan dari pak Edi, guide yg menemani saya.  Saya kok jadi ikut membayangkan suasana tenang dalam keasrian Taman Sari jaman dahulu kala.

 

Iklan

Wisata Damai ke Masjid Lautze

Pada tulisan saya yang lalu saya pernah mengemukakan jika saya menyukai wisata religi. Bagi saya berkunjung ke rumah ibadah dari agama apapun akan menimbulkan ketenangan. Setelah menulis tentang Wisata Damai ke Gereja Katedral, kali ini saya akan menulis pengalaman saya berkunjung ke salah satu Masjid di Jakarta

Didirikan pada tahun 1991 oleh ICMI yg diketuai oleh Prof. Ir. BJ Habibi, Masjid ini tampak mencolok dibanding bangunan-bangunan lain . Kombinasi cat merah, kuning dan hijau menghiasi bagian muka masjid.
Terletak di jalan Lautze bangunan bergaya Tionghoa lebih mirip klenteng tempat peribadatan Konghucu. Bagaimana tidak, muka bangunan dua tingkat itu memperlihatkan ornamen-ornamen yang jauh dari gambaran masjid pada umumnya.

Tidak ada kubah, simbol bulan dan bintang diatas, serta dihimpit oleh ruko-ruko disebelahnya dengan hiasan lampion kecil berwarna merah menggantung. Namun terdapat plat bertuliskan Masjid Lautze, yang diresmikan oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie.
Masjid ini merupakan bangunan yang menyatu dengan kantor, yakni Yayasan Haji Karim OEI. Haji Karim OEI, merupakan tokoh three in one, pengusaha sukses, muslim yang taat, dan nasionalis sejati.Sepak terjangnya menunjukan bahwa dia adalah seseorang yang cinta tanah air, dan salah satu teman dekat dari Presiden RI pertama Soekarno, dan tokoh ulama besar Buya Hamka.

FB_IMG_1536900900212

Keberadaan tempat bersejarah Masjid Lautze menunjukkan bahwa agama tidak memandang ras, ataupun asal usul seseorang.
Setiap manusia memiliki hak untuk menentukan keyakinannya dimanapun dirinya berpijak. Menelisik ke dalam Masjid, lampion besar yang menggantung dilangit-langit, aksara dan lukisan kaligrafi bernuansa Tionghoa, turut menambah kekentalan nuansa negara tirai bambu. Arti dari potongan-potongan ayat yang menghiasi dinding juga menggunakan bahasa Mandarin.
Sungguh sesuatu yang sangat unik dan berbeda dari Masjid di Indonesia pada umumnya. Salah satu warisan bersejarah yang terletak di pusat kota Jakarta yang hampir luput dari penglihatan kita.

Saat ini ketua yayasan Haji Karim OEI dipercayakan pada H.Ali Karim atau Oei Tek Lie, putra dari Haji Karim.

Bukan hanya untuk ibadah, yayasan pengelola Masjid Lautze menyediakan layanan kesehatan di lantai dua. Pengobatan yang buka setiap Selasa dan sudah berlangsung selama satu tahun itu terbuka untuk masyarakat golongan ekonomi tak mampu.
Layanan kesehatan ini bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pembiayaan obat obatan bahkan pembiayaan rumah sakit jika dibutuhkan.

Keunikan lain dari Masjid Lautze ini adalah waktu operasional masjid. Tidak seperti masjid masjid lainnya Masjid Lautze ini hanya buka pada pk. 09.00 WIB hingga pk 17.00 WIB, hal ini dikarenakan Masjid ini setiap harinya lebih banyak dipakai beribadah oleh pegawai perkantoran di sekitar Jl. Lautze dan jika karena keterbatasan sumber daya pengelolaan.

Keunikan lain adalah pada saat Ramadan tiba, sistem salat di Masjid ini memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Salat tarawih dipimpin oleh para mualaf yang belajar Islam disana, dengan jumlah 11 rakaat, setiap dua rakaat sekali dilakukan pergantian imam.Tujuannya,agar mereka bisa belajar menjadi pemimpin untuk kehidupannya sendiri, dari yang paling dasar, untuk dirinya dan keluarganya.

Unik ya masjid yang satu ini. Tidak banyak gambar  gambar yang bisa saya ambil disini karena sudah masuk waktu shalat. Setelah shalat Dzuhur di masjid Lautze ini,  saya pun kembali melanjutkan wisata religi saya kesebuah Vihara. Pengalaman  saya berkunjung ke Vihara ini akan saya tulis pada tulisan berikutnya ya.. .

 

Jajanan Jakarta

Jajanan Jakarta yang mau saya ulas kali ini bukan jajanan jaman now ya tapi jajanan tempo dulu yang saat ini agak susah ditemukan

Jajanan pertama yaitu Asinan Abang Abang yang merupakan kesukaan saya.FB_IMG_1534762429685

Asinan ini dijajakan dengan gerobak yang mempunyai dengan bunyi   khas. Asinan ini terbuat dari irisan kol, irisan wortel, tauge dan sawi asin yang masing masing direndam air garam. yang disimpan dalam toples toples kaca.

Irisan sayuran tersebut kemudian disiram kuah kacang dan juga gula merah cair. Kerupuk sagu berwarna merah dan kerupuk mie ditaburkan pada asinan ini sebagai pelengkap.

Asinan ini bisa dikategorikan jenis salad. Saya mempunyai kebiasaan unik dalam mengkomsumsi asinan ini. Asinan saya dinginkan dulu di lemari es baru kemudian saya nikmati, rasanya segar deh..

Jajanan berikutnya adalah kue Rangi yang juga jajanan favorit saya.FB_IMG_1534762569122

Kue Rangi atau sering disebut sagu rangi merupakan salah satu kue khas tradisional Betawi. Kue dari campuran kelapa muda yang diparut kasar dan tepung sagu ini disajikan dengan saus gula merah atau disebut kinca gula merah yang dikentalkan dengan sedikit sagu.

Rasanya kue ini gurih karena campuran sagu dan kelapa dan manis dari kinca gulanya, cocok buat teman minum teh atau kopi di sore hari.

Kue Rangi ini dimasak dengan cetakan khusus diatas open kayu bakar.

Menurut abang penjualan nya kue ini harus dibakar dengan kayu bakar agar matangnya pas.

Dua jajanan favorit ini sekarang makin susah ditemukan. Saya termasuk beruntung karena penjual jajanan ini masih lewat di depan rumah.

Musium De Tjolomadoe

Setelah beberapa kali membaca artikel tentang pabrik gula Colomadu ini, saya tertarik untuk melihatnya secara langsung. Impiannya saya ternyata tidak membutuhkan waktu lama, seseorang mengajak saya jalan jalan ke Solo dan Colomadu menjadi tujuan utama saya.

Siang itu, ditemani supir gojek yang berkenan saya bajak untuk muter muter daerah wisata Solo, berangkatlah saya ke Colomadu.

Kesan pertama yang saya rasakan begitu memasuki komplek wisata Colomadu adalah panaaas dan gersang. Halaman depan gedung hingga tempat parkir tidak ditanamani pohon sedikitpun.

Walau agak kepanasan saya tetap antusias berjalan menuju bangunan utama

IMG_20180714_110618

Pabrik gula yang dibangun tahun 1861 oleh Mangkunegaran IV awalnya brrnama Pabrik Gula Colomadu. Pabrik gula ini ditutup sekitar tahun 1998 dan dibiarkan terbelangkai selama 20 tahun.

Akhirnya pada tahun 2017 dimulailah revitalisasi pabrik gula ini dengan nama  De Tjolomadoe.

Bekas bangunan PG Colomadu seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha itu mulai direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis yang ada. Mesin-mesin raksasa pabrik gula dipertahankan untuk memberikan wawasan sejarah bagi pengunjung.

IMG_20180714_105014

Area area di pabrik ini juga akan diahli fungsikan seperti stasiun Gilingan yang akan difungsikan sebagai Museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area F&B, Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft, Besali Café sebagai F&B, Tjolomadoe Hall atau concert hall, dan Sarkara Hall sebagai multi-function hall.

Saya berharap kedepannya lebih banyak fasilitas yang dapat menunjang De Tjolomadu ini bisa memadukan wisata edukasi, sejarah dan kesenian.

Wisata Damai ke Gereja Katedral

Sebenarnya sudah lama sekali saya memendam keingin-tahuan pada Gereja bersejarah ini. Saya sangat menyukai arsitekturnya. Selama ini saya rajin mengikuti siaran langsung missa Natal yang dilangsungkan di Gereja bersejarah ini. Saya sendiri seorang muslim, tapi saya sangat tertarik untuk mengenal agama lain termasuk tempat peribadatannya, kenapa? Karena bagi saya tempat peribadatan adalah tempat orang mencari kedamaian sesuai dengan agama yang dianutnya. Jadi bagi saya tempat beribadah adalah tempat yang penuh kedamaian. Dan saya cinta Damai…ehm.

FB_IMG_1525620110285

Gereja Katedral adalah salah satu bangunan bersejarah peninggalan pemerintahan Belanda.

Bangunan yang bergaya arsitektur Neo Gothic ini dirancang oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya oleh Carolus Wenneker. Pekerjaan pembangunan gereja ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit dan selesai pada 21 April 1901.

Bangunan gereja yang sekarang ini bukanlah bangunan yang pertama karena bangunan aslinya yang diresmikan pada Februari 1810, mengalami musibah kebakaran. Pada tanggal 31 Mei 1890 gereja ini sempat roboh juga.

Gereka Katedral ini juga mempunyai nama lain atau nama setelah pemberkatan yaitu Santa Maria Diangkat Ke Surga. Kenapa gereja ini dinamakan gereja Katedral karena didalamnya terdapat cathedra atau Tahta Uskup.

Saya pribadi sangat menyukai bangunan bangunan bersejarah apapun gaya arsitekturnya. Oh ya uniknya pekerjaan konstruksi bangunan gereja ini dikerjakan oleh seorang tukang batu dari Kwongfu, China.

FB_IMG_1525620140681

Ada 3 menara di gereja ini yaitu Menara Benteng Daud, Menara Gading dan Menara Angelus Dei. Menara menara ini terbuat dari besi,untuk bagian bawahnya dibuat di Netherland sedangkan bagian atas nya dibuat di bengkel Wilhelmina, Batavia.

Pada kesempatan ini saya juga mengunjungi Goa Maria yang berada di halaman samping gereja. Goa Maria ini didesign mirip dengan Goa Maria di Lourdes Perancis, setidaknya saya sudah mendapat sedikit gambaran tentang Goa Maria Lourdes, sebelum saya mendapatkan kesempatan berkunjung kesana.

FB_IMG_1525620100808

Saya juga menyukai koridor yang terdapat didalam gereja, jendela yang terbuat dari kaca patri di bagian atas, membiaskan cahaya warna warni yang cukup indah pada pagi .FB_IMG_1525620058313

Didalam komplek Gereja Katedral ini juga terdapat museum yang menyimpan buku buku dan benda benda bersejarah mengenai perkembangan agama Katholik, sayangnya saya tidak mendapat kesempatan melihat meseum ini karena sedang tutup.

Saya sangat terkesan ini kunjungan saya waktu itu, Gereja dengan Arsitektur yang indah dan dengan segala kedamaian didalamnya.

Setelah puas berkunjung di gereja ini, saya pun beranjak ke sebuah Vihara Budha yang berada di jalan Lao Tze pasar baru. Vihara ini juga punya keunikan sendiri loh…jadi tunggu tulisan saya yang berikutnya ya……salam

 

 

StayCation di Novotel Bogor

Ingin liburan di tempat yang tidak jauh dari Jakarta dengan nuansa alam ?
Novotel Golf and resort Bogor, bisa jadi bahan pertimbangan anda.

Hanya 1 jam berkendara dari jakarta maka kita akan sampai ke Novotel Bogor
Hotel bergaya resort ini memang lokasinya agak masuk ke dalam dan berada di areal perumahan, tapi tempatnya sendiri sangat asri.

KEtika kita memasuki Lobby yang cukup luas dan bernuansa tradisional kita langsung merasa memasuki istana raja.

P_20180120_125954P_20180120_125938

Kali ini saya tidak akan membahas fasilitas kamar, restaurant atau meeting room. Kali ini saya akan membahas tentang fasilitas yang disediakan untuk anak anak karena bagi saya hal ini menjadi pertimbangan utama saya, maklumlah naluri ibu ibu.

Pada saat kami check in, anak anak mulai dimanjakan kembang gula kapas gratis.
selain itu di lobby pun terpampang program program yang diadakan untuk anak anak seperti cooking class, mewarnai dan lain lain.
Tetapi aku tidak sempat mendaftarkan mereka karena mereka sudah merengek rengek ingin berenang. Akhirnya saya pun menggiring mereka kekolam renang yang sangat asri dengan arsitektur bernuansa Bali.

P_20180225_082926 (1)

Setelah puas berenang, saya pun mengajak anak dan keponakan saya untuk beerjalan jalan menelusuri areal taman yang sangat luas uniknya selain ditanami tanaman hias, resort ini juga ditanami dengan tanaman buah seperti duku, durian, mangga, kelapa dan lain lain. Setiap pohon diberi nama, agar kita bisa tahu pohon apa ini. Oh ya ada permainan kuis mencari pohon pohon buah yang ada di area resort loh.

Keesokan harinya, anak anak kembali berenang tetapi kali ini mereka juga mencoba area outbound anak, area membaca, memberi makan kelinci dan kura kura serta berkuda.

P_20180225_094646

Bisa dibayangkan bagaimana puas dan gembiranya anak anak menikmati fasilitas yang disediakan resort ini.

Untuk orang dewasa resort ini juga di lengkapi dengan lapangan golf, fitness centre, karaoke, bar dan spa.

Bagi saya Novotel Resort dan Golf adalah resort yang memiliki paket lengkap yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga dan dekat dengan Jakarta tentunya..

Tracking kejutan di kawasan wisata Situ Gunung

Nama kawasan wisata Situ Gunung tentunya tidak asing lagi bagi sebagian besar traveller. Kawasan ini berada di kaki gunung Gede, Sukabumi – Jawa Barat.

Saya sebenarnya sering mendengar tentang tempat wisata ini, namun saya baru tertarik untuk mengunjungi setelah melihat postingan seorang teman di Facebook.

Sebulan sebelum berangkat saya berhasil meracuni 6 orang teman saya untuk bergabung bersama saya berkemah di kawasan wisata Situ Gunung tersebut.Dua minggu sebelum berangkat kami sudah mulai hunting tiket kereta api Pangrango dan ternyata kami hanya dapat kelas ekonomi dan itu pun hanya sekali jalan.

Pada tgl 16 September kami pun berangkat ke Situ Gunung. Stasiun Bogor menjadi meeting point kami, setelah itu kami berjalan kaki ke stasiun Paledang. Disana kami sempat shalat Dzuhur dulu.

Akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB kami pun berangkat menggunakan kereta api Pangrango menuju setasiun Cisaat. Didalam kereta kami sempat berkenalan dengan seorang pemuda yang sama sama akan turun di Cisaat. Akhirnya pemuda ini pula yang menolong kami menawarkan angkot hingga ke kawasan wisata Situ Gunung, lumayan lah kami bisa menghemat 30 ribu dari tarif yang ditawarkan angkot sebelumnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, kami sampai ke Situ Gunung, setelah membayar tiket untuk ijin berkemah kami pun mendapatkan tempat berkemah di lokasi yang bernamaHarendong

.IMG-20170916-WA0009

Malam hari nya kami isi dengan saling bertukar cerita dari yang horor, nostalgia sampai yang konyol. Saya sempat membuat bajigur ala saya untuk menemani malam kami.

Esok paginya kami pun bersiap siap menuju Situ Gunung. Semangat kami masih full pagi itu. Kami pun berjalan pelan pelan menelusuri jalan berbatuan.Banyak  pengunjung lain yang kami temui tapi rata rata mereka naik motor untuk menuju Situ Gunung.

Akhirnya setelah berjalan selama hampir 1.5 jam sampai lah kami di Danau Situ Gunung. Matahari waktu itu masih malu malu dan juga agak sedikit tertutup awan mendung, tapi saya pribadi merasa semuanya itu malah membuat pemandangan di sekitar danau itu menjadi syahdu..ehm.

FB_IMG_15188853022112159

Setelah hampir 1 jam kami menikmati suasana di danau Situ Gunung, kami pun bermaksud melanjutkan perjalanan kami ke Curug Sawer. Sebelum kami berangkat menuju Curug Sawer, kami berkenalan dengan bapak penjual nasi uduk yang bernama pak Nanang. Beliau menawarkan jasa untuk menjadi penunjuk jalan kami. Beliau menawarkan jalan pintas yang menurut beliau bisa mempercepat waktu tempuh. Akhirnya kami pun menyambut tawaran beliau.

Awalnya kami bersemangat menelusuri jalan setapak dikawasan hutan itu. Namun lama kelamaan jalur yang kami tempuh semangkin sulit, tak jarang kami harus merangkak memanjat akar pepohonan. Kadang kami harus memanjat tebing yang tidak begitu tinggi namun terjal. Hal ini sama sekali jauh dari bayangan kami. Untung pak Nanang berbaik hati membantu kami satu persatu melewati semua rintangan itu.

 

ini lah sebagian photo photo perjuangan kami. Akhirnya setelah tracking selama hampir 2 jam yang diselingi entah berapa kali istirahat sampailah kami ke Curug Sawer.

 

Pemandangan yang indah dan air pegunungan yang sejuk mampu membayar semua lelah kami.

Mungkin medan tracking di kawasan ini merupakan medan tracking yang biasa saja bagi para junior, tapi bagi kami yang rata rata berumur lebih dari 40 tahun, merupakan hal yang luar biasa melelahkan, terlebih kami sama sekali tidak menyangka akan melalui medan seperti itu dan kami mampu mencapai tujuan kami.

Akhirnya berawal dari Tracking yang mengejutkan di kawasan wisata Situ Gunung itu, mulai lah kami merencanakan untuk hiking hiking santai ketempat wisata lain. Tempat yang ada dalam list kami adalah Gunung Papandayan dan Pulau Peucang. Untuk trip kedepannya kami akan benar benar menyiapkan diri agar tidak menemui hal hal yang mengejutkan lagi.

Oh ya hampir lupa, nama group kami adalah Qiere Bong..artinya Kere tapi Sombong, yang beranggotakan 6 orang wanita dan 1 pria yang berumur lebih dari 40 tahun. KAmi harap akan banyak tempat yang bisa kami kunjungi bersama di kemudian hari..